Sosialisasi Potensi Ruang Mikro Aplikasi Informasi Desa (PRM-AID) di Desa Pelencau

1785749143756.jpeg
Gambar: Sosialisasi Potensi Ruang Mikro Aplikasi Informasi Desa (PRM-AID) di Desa Pelencau ( Sandi Pramadani ) Sumber: https://pelancau.masel.my.id/

Pelencau, 17 Mei 2026 – Upaya memperkuat tata kelola informasi desa berbasis potensi ruang mikro terus dilakukan melalui kegiatan Sosialisasi Potensi Ruang Mikro Aplikasi Informasi Desa (PRM-AID) yang dilaksanakan di Gereja Desa Pelencau pada Minggu (17/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, lembaga adat, dan unsur kepemudaan dalam mengembangkan sistem informasi desa yang partisipatif.

Sosialisasi dihadiri oleh 23 peserta yang terdiri atas pemerintah desa, tokoh adat, pemuda, serta perwakilan masyarakat Desa Pelencau. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendukung pengembangan PRM-AID sebagai instrumen pendataan dan pengelolaan potensi desa secara terpadu.

Kepala Desa Pelencau, Apui Ipu, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa menyambut baik sekaligus mendukung penuh pelaksanaan Program PRM-AID di Desa Pelencau. Menurutnya, program ini diharapkan mampu menjadi fondasi dalam penyusunan data desa yang lebih akurat, sehingga dapat mendukung proses perencanaan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Pemerintah Desa mengucapkan terima kasih atas hadirnya Program PRM-AID di Desa Pelencau. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat besar bagi masyarakat dan menjadi dasar dalam pembangunan desa ke depan," ujar Apui Ipu.

Hal senada juga disampaikan oleh Yahya, salah seorang tokoh masyarakat. Ia mengungkapkan bahwa kehadiran PRM-AID merupakan program yang telah lama dinantikan masyarakat, terutama setelah melihat sejumlah desa lain yang telah lebih dahulu memanfaatkan sistem tersebut dalam pengelolaan informasi dan potensi wilayahnya.

"Program PRM-AID ini sudah lama kami tunggu. Kami melihat desa-desa lain telah merasakan manfaatnya, sehingga kami berharap Desa Pelencau juga dapat berkembang melalui program ini," ungkap Yahya.


Dalam pelaksanaan sosialisasi, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep dan mekanisme kerja PRM-AID, tetapi juga menyepakati pembentukan Tim Pelaksana PRM-AID Desa Pelencau. Tim tersebut dibentuk melalui musyawarah bersama masyarakat sebagai bentuk komitmen untuk memastikan pelaksanaan program berjalan secara partisipatif dan berkelanjutan.

Struktur tim yang dibentuk terdiri atas Tim Sosial, yang bertugas melakukan pendekatan dan pendampingan kepada masyarakat; Tim Spasial, yang bertanggung jawab melakukan pemetaan wilayah dan potensi desa; serta Tim Input Data, yang akan mengelola, memverifikasi, dan memasukkan data ke dalam sistem aplikasi PRM-AID.

Melalui pembentukan tim kerja tersebut, seluruh tahapan pelaksanaan program diharapkan dapat berjalan lebih efektif karena setiap kelompok memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas sesuai bidangnya masing-masing.

Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, pelaksanaan kegiatan teknis PRM-AID akan memasuki tahap implementasi pada periode Juli hingga Agustus 2026. Jadwal pelaksanaan akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan serta proses pengembangan aplikasi agar data yang dihasilkan benar-benar mencerminkan kondisi dan potensi Desa Pelencau secara menyeluruh.

Kegiatan sosialisasi ini menjadi titik awal terbangunnya kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah desa dalam mewujudkan sistem informasi desa yang berbasis data, partisipatif, dan berkelanjutan. Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, Program PRM-AID diharapkan mampu menjadi instrumen penting dalam menggali potensi ruang mikro, memperkuat perencanaan pembangunan, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik di Desa Pelencau.

Bagikan post ini: